Hai There!
Apa Kabar? Gimana, masih waras?
Ada yang kepikiran mau pindah ke Wakanda aja ga? haha saking mumetnya.
Semoga yang baca sambatanku ini pada sehat-sehat ya.
*dih geer kaya bakal ada yang baca aja.
Sesungguhnya aku tidak basa-basi anak muda, kesehatan yang utama di kondisi kaya gini.
Pernah ga tengah malem nih mau tidur, udah cuci kaki cuci muka tarik selimut, terus tiba-tiba DUARRR teriak kepikiran kejadian memalukan lima tahun yang lalu?. Akhirnya ga bisa tidur, berpikir keras sambil masang Spotify biar mendukung susasana. Kalau pernah pasti cape banget ya? sama aku juga. Random sih, kadang kejadian memalukan, kadang rasa bersalah ke orang, ga jarang juga keinget kenangan manis yang aku sadar ga akan pernah bisa terulang, contohnya kaya dikirimin voice note cover lagu kesukaan gitu hhh..
Aku pernah tiba-tiba keinget kena-why aku mempermalukan diriku sendiri waktu ospek jurusan. Kejadiannya pas masih maru (baca: mahasiswa baru). Nah seperti ritual kampus pada umumnya, senior jurusanku bikin agenda makrab gitu. Maru wajib berpartisipasi ikut menginap bareng-bareng di villa terus silaturahmi dengan senior dan alumni. Sesungguhnya aku takut bakal diapa-apain waktu itu, tapi berkat tekad Kakak senior yang menjaminkan dirinya bahwa maru akan sehat, selamat, sentosa, akhirnya aku memutuskan untuk ikut. Aku masih ingat kata-katanya "Camkan omongan Saya!. Kalian ga akan kenapa-kenapa!".
Sampailah hari-H, seperti yang sudah diduga Miskah..
Ya begitulah, janji tinggal janji, disappointed but not surprised hihi.
Mahasiswa dibentuk perkelompok kecil, lalu ditugaskan mengunjungi pos-pos senior dan alumni. Aku seperti mengikuti wajib militer. Guling-guling, merangkak, lari sana lari sini, yell-yell sampe suara ilang. Kelompokku mayoritas pendiem dan pemalu, tapi aku bersyukur ada satu temenku perempuan tapi wanian edan! (baca: berani banget gila), akhirnya dia jadi leader kita waktu itu.
Setelah keliling beberapa pos, sampailah kelompokku di pos senior aku lupa angkatan berapa, tapi asing banget karena ga pernah ketemu sebelumnya. Leader-ku maju dan perkenalan diri kaya biasa, pas di tengah-tengah yell-yell kita diberhentiin sama senior "Stop-stop! Bosen ah nyanyinya begitu mulu. Pake challenge kali ya biar seru!". DEGG pucet langsung muka kita. Tiba-tiba ada sautan senior lain "NYANYI DANGDUT AJA KANG!! KOPLO KOPLO!!".
Astaga, pasti pernah nemu kan senior yang kaya gitu?. Diem-diem di belakang bertugas sebagai kompor menghangatkan suasana :))
Temen-temenku diem bingung semua, termasuk leaderku yang asalnya pemberani diem juga. Kita cuma liat-liatan ga tau harus kaya gimana. Suara gaduh senior yang ga sabar bikin kita tegang dan stress. Sampe akhirnya salah satu senior kasih peringatan. "Sampe itungan tiga ga ada yang maju ke depan nyanyi, kalian bakal kita tahan di sini kita kasih hukuman.". Tambah panik.
"Satu. . Dua. ."
Aku si panik tapi sok jagoan teriak sambil angkat tangan "Saya Kang!". Aku ga tau setan apa yang masuk ke badan aku sampe berani ngajuin diri. Senior tepuk-tangan riuh sambil ketawa. "Hiyaa ada yang berani. Sok maju maju!". Temen satu kelompok natap aku kaget. Jadi villa itu kan posisinya di Lembang, ada green space yang luas banget udah kaya hutan, nah kebayangkan ada kaya bukit-bukitnya gitu. Aku naik ke bagian tanah yang tinggi menghadap temen dan senior dengan langkah pemberani padahal jantung berasa mau copot.
"Kita sambut biduan kita.. Tepuk tangaannn!!"
Aku yang udah kemasukan setan Lembang tanpa babibu dari atas, tangan kanan pura-pura pegang mic tangan kiri nunjuk dari bawah ke atas, langsung teriak:
PARAA PENONTOOOONNN...
Akang-akang Teteh-teteh semuanya...
Jangan heran kalau Ika sedang goyang
Rada panass - Rada Seksiiihh...
Maafkanlaahh..
HUAAAAA
TAU GA INI LAGU APA??
TUA BANGET GILA.
TUA BANGET GILA.
Bayangin, ada maru gendats, pake kerudung, dekil, kotor, badan penuh tanah abis wajib militer jadi biduan nyanyi lagu koplo :'))
Aku denger Akang Teteh ketawa kenceng banget sambil tepuk tangan.
Temen-temen aku pada mangap kaget.
Aku si ga tau malu pede aja ngelanjutin nyanyi sambil joget ala Bunda Inul Daratista ya Allah..
Aku ga ngerti kenapa harus nyanyi lagu itu. Aku juga ga paham kenapa waktu itu aku tutup mata seakan menjiwai, ngelanjutin nyanyi sambil joget mengeluarkan sisi koploku yang tidak pernah terjamah oleh manusia.
Dangdut is the music of our country Y'all.. Shout Out to Bunda Inul.
Di tengah nyanyi, leaderku naik ke atas nemenin aku joget. Udah persis Biduan Pantura sedeep ga tuh. Temen sekelompokku yang di bawah juga supportive ikut joget juga sambil bingung. Samar-samar aku denger senior dari pos sebrang juga ngakak liat kelompokku begitu.
Sampe tengah lagu, seniorku berhentiin kita berdua.
"Oke tepuk tangan.. Udah cukup-cukup kalau diterusin nanti bisa buka kerudung diputer-puter sambil joget!"
Aku yang urat malunya udah putus turun sambil ketawa aja.
Akhirnya kelompok aku ga jadi dihukum boleh nerusin ke pos selanjutnya.
Kami pindah pos diiringi ketawa senior yang entah terhibur atau gimana, gapapa yang penting ga marah-marah.
Temen-temen aku pas lagi pindah pos bilang: Edan Charina!!
Kejadiannya udah enam tahun yang lalu, tapi suka tiba-tiba inget aja gitu. Perasaannya campur aduk, lucu, ngerasa ga punya malu, tapi ya pengalaman juga hahaha.
Cuma bodohnya beberapa tahun kemudian pas keinget lagi aku sadar, aku lupa mastiin waktu itu ada senior yang ngerekam pake hp apa engga.. Waduh bahaya kalau masih ada jejak videonya.. Aku mau cari kerja :((
Terus aku juga mikir. Image aku hancur seperti apa waktu itu?
Apa aku sempet dighibahin sama senior waktu itu?
Apakah itu salah satu alasan ga ada yang mau sama aku selama kuliah? :((
Malu banget harus nulis masalah ini sebenernya, tapi aku ngerasa aku udah berdamai sama masalah ini, jadi gapapa. Aku pernah denger kata Raditya Dika kalau ga salah ada beberapa komedi yang dimulai dari tragedi. Kalau si-empunya sudah berdamai dengan tragedi tersebut baru deh bisa diceritain dengan perasaan lega mungkin juga bisa menghibur orang lain. Kalau aku ini lebih tepatnya menghibur diri sendiri sih, soalnya selama nulis ini aku ketawa menertawakan kebodohanku di masa muda sambil nyetel lagu Bunda Inul hahaha.
Oh iya. Jadi udah seminggu ini aku lagi baca buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring. Aku tau buku ini dari temenku dulu di tempat kerja. Buku ini menceritakan tentang Filsafat Stoa yang udah ada sejak 2.300 tahun yang lalu, wah lebih tua dari tahun Masehi. Aku baru setengah buku sih bacanya belum beres. Tapi point utama dari Filsafat Stoa adalah untuk fokus pada hal-hal yang bisa kita kendalikan dan melepaskan hal-hal yang ga bisa kita kendalikan, prinsip ini disebut Dikotomi Kendali.
Pada prinsip Dikotomi Kendali, hal-hal yang ada di bawah kendali kita adalah pikiran, opini dan tindakan. Di luar itu semua adalah hal-hal yang tidak ada dalam kendali kita, seperti tindakan orang lain, kesehatan, kekayaan, popularitas dan lain sebagainya. Hal-hal di luar kendali seharusnya tidak boleh merebut kebahagiaan kita. Kita masih bisa hidup tenteram di tengah ketidak pastian apabila kita berfokus pada tiga hal tadi, yang bisa kita kendalikan.
Nah di dalam buku Filosofi Teras juga disebutkan bahwa kejadian yang sudah terjadi di masa lalu itu bersifat eksternal atau di luar kendali kita, maka diharapkan kita bisa bijak dalam melihat hal tersebut. Boleh dijadikan sebagai pembelajaran, tapi jangan sampai berlarut-larut. Kita sama sekali tidak bisa mengubah masa lalu. Ayo berhenti menyesali hal tersebut, lepaskan dan ikhlaskan. Jangan sampai kejadian di masa lalu yang kurang enak bikin kita terdistraksi dan malah sedih.
Aku ga bisa jelasin lebih dalam soalnya baru baca setengah. Tapi bukunya seru banget asli. Filsafat disampaikan menggunakan bahasa yang cukup ringan dan direfleksikan dengan topik-topik menarik, highly recommended.
Dengan berani mengunggah cerita ini di Kolam Ikan, aku menganggap diriku sudah ambil langkah untuk berdamai dengan kejadian absurd ini hahaha. Tapi jujur aku juga masih punya banyak kejadian di masa lalu yang belum bisa aku lepasin.
Aku pernah baca dan pasti temen-temen juga tau (atau mungkin sedang mengalami), banyak orang yang hidupnya terganggu akibat trauma yang terjadi di masa lalu, dampaknya tidak sesederhana yang dikira, bisa mengganggu aktivitas bahkan sampai membutuhkan bantuan ahli. Hal ini ga bisa dianggap sepele.
Aku berdoa semoga suatu saat aku bisa mengikhlaskan masa laluku yang lain seperti cerita ospek ini, dan tertawa setelahnya.
Aku juga berharap temen-temen yang baca tulisanku dan punya pengalaman kurang enak bisa sembuh dan berdamai juga dengan masa lalu, terus bisa hidup lebih tenteram.
Kalau kata penyanyi berambut keriting favoritku sih "One day we're both gonna look back, Laugh at how much we cried", semoga kita bisa belajar mengikhlaskan dan menengok masa lalu dengan senyuman, tssaahh sedeep.
Aku pernah baca dan pasti temen-temen juga tau (atau mungkin sedang mengalami), banyak orang yang hidupnya terganggu akibat trauma yang terjadi di masa lalu, dampaknya tidak sesederhana yang dikira, bisa mengganggu aktivitas bahkan sampai membutuhkan bantuan ahli. Hal ini ga bisa dianggap sepele.
Aku berdoa semoga suatu saat aku bisa mengikhlaskan masa laluku yang lain seperti cerita ospek ini, dan tertawa setelahnya.
Aku juga berharap temen-temen yang baca tulisanku dan punya pengalaman kurang enak bisa sembuh dan berdamai juga dengan masa lalu, terus bisa hidup lebih tenteram.
Kalau kata penyanyi berambut keriting favoritku sih "One day we're both gonna look back, Laugh at how much we cried", semoga kita bisa belajar mengikhlaskan dan menengok masa lalu dengan senyuman, tssaahh sedeep.
Oh iya hari ini Mamake ulang tahun..
Selamat Ulang Tahun Mah, You know I do love you to the Pluto and back..
Tolong doain Mamake biar sehat-sehat dan tambah sabar menghadapi anak-anaknya yang ga tau malu ya temen-temen hihi.
Terima Kasih ya..
Salam Hangat!



Komentar
Posting Komentar